Emphatic Relationship Dalam Konseling

Ruang yang leluasa untuk emosi konseli, tidak cukup hanya berkaitan dengan ruang secara fisik yang luas dengan sirkulasi yang baik, pencahayaan yang cukup, rapi dan bersih ( sebagaimana yang dijelaskan dalam menyiapkan konteks). Tapi lebih dari itu Ruang untuk emosi di sini lebih menitik beratkan bagaimana sikap kita yang memberi ruang, waktu dan kesempatan konseli untuk mengeksplorasi emosinya. Mengijinkan konseli untuk menyampaikan kekecewaannya pada gurunya, pada orang tuanya, atau kekecewaan yang lain.

Secara normatif, biasanya konseli takut jika akan menceritakan rasa tidak sukanya pada guru mata pelajaran. Takut menceritakan sikap dan perlakuan guru mata pelajaran padanya. Dengan sikap kita yang memberi ruang bagi emosinya, konseli berani untuk bercerita tentang perasaan dan emosinya. Sekali lagi tugas kita memberikan ruang cukup untuk emosi konseli yang mungkin negatif, tanpa memberi penilaian itu benar atau salah.(Ini adalah sebagian isi dari buku “Emphatic Relationship Karya Dra. Windaniati, M.Pd”)

Bapak/Ibu guru BK yang tertarik dan ingin memesan buku “Empathic Relationship”ini  bisa menghubungi langsung Ibu Dra. Windaniati, M.Pd guru BK SMK 7 Semarang melalui nomer WA . 08122902757

Iklan

One thought on “Emphatic Relationship Dalam Konseling

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s