UN ujian bagi Pendidikan Karakter Kita

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik yang tidak produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar, dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat.

Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi, masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Baca di Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa

Di dalam Buku Pedoman Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dicantumkan ada 18 nilai pendidikan karakter salah satunya adalah tentang KEJUJURAN, berkaitan dengan nilai kejujuran ini kita dihadapkan pada kenyataan yang terjadi pada saat pelaksanaan UJIAN NASIONAL. Banyak kalangan yang meragukan tentang kejujuran saat pelaksanaan UN nanti, hal ini terbukti ada salah satu media cetak nasional yang pada saat ini mengadakan polling tentang kejujuran UN. Dari hasil polling dan pendapat mereka rata-rata berpendapat masih meragukan kalau UN  berjalan dengan jujur.

Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  telah menginstruksikan melalui Dinas Pendidikan agar tiap-tiap sekolah membuat pakta integritas kejujuran yang harus ditaati oleh semua komponen sekolah termasuk siswa. Apakah hal ini akan membuat UN berjalan dengan jujur ? Kita lihat nanti dalam pelaksanaannya.

Kalau di dalam pelaksanaan nanti ternyata ditemui banyak kecurangan, maka Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang telah dicanangkan sejak Januari 2010 yang lalu masih jauh dari apa yang diharapkan. Namun kita tetap optimis dan berusaha terus menanamkan sikap kejujuran, terutama jujur yang dimulai dari diri kita sendiri.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s