Meningkatkan Ketrampilan Komunikasi Nonverbal

nonverbalKetrampilan Komunikasi Non verbal merupakan salah satu tehnik dalam layanan bimbingan konseling yang harus dikuasai oleh guru BK / Konselor. Dalam pemberian layanan konseling seorang konsele akan merasa diterima apabila Guru BK/konselor pandai menggunakan ketrampilan komunikasi nonverbal yaitu antara bahasa tubuh yang digunakan seirama dengan ucapan yang dikeluar dari seorang Guru BK/Konselor.

Seorang konselee akan tidak percaya kepada guru BK/Konselor apabila dia mengucapkan kata senang bertemu dengan konsele namun wajahnya sambil cemberut, tidak ada persamaan antara ucapan dan bahasa nonverbal yang ditunjukkan.

Untuk itu mari refresh kembali tentang penguasaan ketrampilan komunikasi non verbal yang sudah kita miliki.

Lakukan ini : Duduk membungkuk di kursi, lambatkan napas, tundukkan kepala, dan tatap ke bawah. Katakan, “ Saya begitu bersemangat.”

Sekarang, duduk dengan tegak,condongkan tubuh sedikit ke depan cerahkan pandangan, bernapaslah dari dada, tersenyumlah dan katakan, “Saya sangat bersemangat.”

 Perbedaan apa yang Anda rasakan? Apakah “Saya sangat bersemangat.” Yang kedua lebih bertenaga dan lebih hidup? Mengapa? Karena pesan dan bahasa tubuh itu sama dan sebangun atau kongruen. Tubuh dan suara adalah kurir yang membawakan pesan Anda. Dengan menggunakan ekspresi wajah, gerak tubuh, suara, dan postur secara efektif, Anda dapat menyampaikan pesan kongruen yang akan memperkuat komunikasi Anda. Pesan yang kongruen adalah pesan yang memiliki perkataan, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan postur yang selaras. Wajah Anda mengatakan hal yang sama dengan perkataan tubuh Anda dan pikiran otak Anda.

Gunakan pertanyaan di bawah ini untuk membantu Anda menciptakan pesan yang kongruen:

·         Hasil apa yang saya inginkan ?

·         Keadaan Siswa seperti apa yang saya inginkan ?

·         Keadaan apa yang perlu saya masuki untuk mendukung hasil yang diinginkan ?

·     Bagaimana saya dapat menggunakan mata, wajah, suara, tangan, dan gerak tubuh untuk menyampaikan keadaan ini ?

Kontak Mata

Ingatlah sewaktu Anda mendengarkan seseorang yang berbicara tanpa memandang Anda sama sekali. Sekarang ingatlah sewaktu pembicara menatap mata Anda ketika berbicara. Pada saat mana Anda merasa lebih diikutsertakan ?

Kontak mata yang sering dilakukan akan membangun dan membina jalinan tingkat tinggi. Di saat memberikan layanan klasikal di kelas pandanglah siswa-siswa Anda, tetapi tidak lebih dari tiga detik untuk setiap orang. Pandangan lebih dari tiga detik sering diartikan sebagai “ tatapan.” Jangan memandang ke atas kepala siswa. Usahakan sungguh-sungguh untuk berkomunikasi dengan setiap siswa selama pemberian materi layanan di kelas dengan menggunakan mata.

 Ekspresi Wajah

Wajah anda adalah alat komunikasi yang kuat. Pesan nonverbal yang disampaikan melalui alis terangkat, sunggingan senyum, dahi berkerut, anggukan kepala, mata melebar, dan mulut terbuka setara dengan ribuan kata. Gunakan wajah Anda dengan kentara untuk menyampaikan perasaan pesan Anda.

Mungkin Anda perlu berlatih sedikit. Untuk setiap kata berikut, buatlah ekspresi wajah berlebihan: ketakjuban, kekagetan, kehangatan, kepedulian, keingintahuan, ketakutan, kebahagiaan. Bagaimana ? Dapatkah Anda membuat ekspresi wajah yang berbeda-beda? Teruskan berlatih dengan kekagetan, kegembiraan, keterbukaan dan minat.

Namun, perlu diperhatikan dan diingat: Akibat sifat dinamika kelas, guru sering berfikir spontan, membuat petunjuk, analogi, dan penjelasan langsung pada saat itu. Seraya pikiran Anda terbentuk, wajah Anda secara alami mengendur menjadi fenomena wajah yang disebut “datar”,sebuah ekspresi tanpa emosi. Karena hal ini otomatis terjadi setiap kali Anda menyusun pikiran dalam hati, ingatlah agar Anda sengaja tersenyum, terutama saat Anda berfikir spontan. Anda mungkin memiliki wajah yang secara alamiah mengendur hingga menampilkan kerut yang menyesatkan. Barangkali saat wajah Anda tidak berekspresi, Anda akan tampak marah, sedih atau kecewa. Anda jarang melihat  wajah dalam keadaan tanpa ekspresi. Biasanya keadaan ini terjadi saat menggosok gigi, menyisir, dan mematut diri.

Perhatikanlah kalau kebetulan Anda sedang bercermin. Lihat bayangan pada cermin. Lalu, silakan melatih senyuman Anda yang mempesona itu.

 Nada Suara

Kongruensi wajah-suara menjadi alat yang sama ampuhnya dengan ekspresi wajah. Pernahkan Anda tak suka cara seseorang mengatakan sesuatu, meskipun perkataannya sendiri baik? Nada, volume, dan kecepatan adalah bumbu komunikasi, memberi citarasa pada wajah dan gerak tubuh. Nada, perubahan, dan kualitas pola suara dapat menyatakan kegembiraan, kekecewaan, keraguan, kepastian, dan ketidakpastian, serta emosi-emosi lainnya. Volume menangkap indra pendengaran dengan cepat. Suara lirih biasanya menandakan hal penting, misalnya rahasia atau hal kunci. Suara lantang menandakan semangat, komamdo, dan perhatian.

Variasi kecepatan meningkatkan kepentingan pesan Anda, menonjolkan frase yang penting. Dengan mengubah-ubah kecepatan dengan jeda yang sering, irama yang mantap, dan klausa yang pendek, siswa akan tetap berminat, sambil juga menambah ketertarikan dan antisipasi pada pesan Anda.

Variasi suara bahkan mempengaruhi informasi yang sangat biasa sekalipun. Gunakan bisikan untuk hal-hal yang penting. Gunakan kalimat pendek dan cepat untuk menimbulkan semangat. Pola bicara berirama dengan kecepatan sedang akan menarik siswa auditorial. Selain itu, gerakan kepala dan wajah akan membantu variasi suara. Untuk latihan, rekam diri Anda dengan video saat mengatakan kalimat ini, “ Saya guru yang cakap, kompeten, dan mengilhami.” Katakan kalimat ini dengan berbagai intonasi, volume, kecepatan, ekspresi wajah, dan gerakan kepala. Putar ulang video itu lalu pejamkan mata. Simaklah baik-baik bagaimana setiap kalimat terdengar. Pilih satu yang paling Anda sukai. Putar sekali lagi dengan mata terbuka.

 Gerak Tubuh

Gerakan tangan, lengan, dan tubuh alamiah dan terarah akan memberi penekanan pada pesan Anda, menandai pernyataan kunci, dan menangkap perhatian siswa kinestetik dengan menyediakan gerakan hidup bagi suara Anda. Pastikanlah Anda menggerakkan lengan dan tangan di luar garis vertikal yang dibentuk kerangka tubuh,. Bayangkan dua garis vertikal yang ditarik dari bahu Anda ke lantai. Bisanya gerak tubuh terjadi di antara dua garis ini. Gerak tubuh di luar kedua garis ini mengirimkan pesan ajakan dan inklusif. Gunakan telapak tangan terbuka ketika berbicara pada perseorangan. Gerakan ini mengajak orang itu berpartisipasi dan bermitra, menyiratkan “sambutlah tanganku.”Gerakan tangan yang direncanakan dan terarah dapat mennjukkan ide secara visual. Di bawah ini terdapat beberapa contoh :

 ·  Tunjukkan urutan hal yang Anda maksudkan : “ Ada dua hal yang harus anda ketahui .” Seraya Anda mengangkat dua jari.

·        Gerakan satu tangan ke samping sambil berkata,”Di satu pihak,” dan gerakkan tangan yang lainnya ke arah yang berlawanan sambil berkata,”Di lain pihak “

 

Dikutip : Dari berbagai sumber.

About these ads

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s